Pawon Mbah Gito, kuliner yogyakarta yang khas dan syahdu

Makan, Ngopi dan duduk santai di Pawon Mbah Gito Yogyakarta, bikin perut kenyang, mata nyaman, kenangan tersimpan.

Siapa yang tidak menaruh rindu pada suasana Kota Yogyakarta? Tempat dengan segala atmosfer khas Jawa yang selalu melekat di setiap ujung kota, tentunya hal itu akan terus membayangi kenangan para pelesir, baik pendatang domestik maupun mancanegara yang memang pernah singgah di Kota Gudeg ini.

Bukan hanya kentalnya suasanya budaya Jawa yang disuguhkan, tetapi juga cita rasa dan kekhasan kulinernya. Tidak hanya tentang gudeg, ataupun bakpia saja yang menjadi cerita kuliner Kota Yogyakarta saat ini, tetapi sudah mulai terlihat banyaknya tempat-tempat makan yang tidak hanya menyajikan rasa yang menggugah selera, tetapi juga diselingi dengan bonus tampilan suasana yang menarik minat pengunjung untuk datang ke spot kuliner tersebut.

Beberapa minggu lalu, saya dan keluarga menyempatkan singgah ke kota yang memiliki candi-candi indah ini. Tentunya hal yang paling kami cari adalah kuliner, “apa sih yang lagi happening di Yogyakarta?” dalam hati saya. Akhirnya kami pun memilih untuk mencoba tempat makan yang memang sama sekali belum pernah kami coba, namanya “Pawon Mbah Gito”.

Pertama kali mendengar nama tersebut, pikiran saya langsung menyimpulkan bahwa ini hanya tempat makan kecil, sederhana, tanpa adanya spot foto untuk menambah koleksi gambar di medsos saya. Dan ternyata, apa yang saya pikirankan salah. Saya disambut dengan tampilan depan dan sirkulasi akses keluar masuk pengunjung yang cukup menarik dan estetik. Dengan tampilan bata ekspos untuk area dinding, ditambah dengan aksen gunungan wayang dan motif batik parang, semakin memperkuat kentalnya suasana Jawa.

Ket Gambar : Tampilan depan Pawon Mbah Gito, dengan tagline : kuliner ndeso

Ket Gambar : Area sirkluasi keluar masuk pengunjung menuju area utama Pawon

Pawon berasalah dari Bahasa Jawa, yang mengandung arti dapur, atau makna lainnya adalah tungku, atau biasanya memiliki ciri khas adanya pemakaian alat masak dari kayu, gerabah atau tanah liat, ataupun alat masak dari bambu.

Pawon Mbah Gito sendiri menurut saya sudah cukup berhasil menyajikan konsep “Pawon”, diantaranya terlihat dari etalase makanan yang menggunakan wadah dari tanah liat, dan tentunya menu khas makanan pedesaan yang cukup menggugah selera. Konsep tersebut diikuti dengan cara prasmanan dalam memilih makanan yang akan kita pesan. Jika makanan dan minuman yang telah kita pilih, kita dapat melakukan pembayaran langsung di area kasir.

Kisaran harga makan dan minum di Pawon Mbah Gito, relatif terjangkau untuk kalangan keluarga. Gambaran range harga makan dan minum disana kurang lebih 25.000 s.d 75.000 rupiah.

Untuk gambaran menu makan utama, terdapat lodeh, tempe mendoan, bakmi jawa, dan makanan khas rumahan lainnya. Variasi menu minuman yang ditawarkan juga beragam, yaitu es degan (es kelapa), kopi tubruk, strawberry punch, dan lain-lain.

Selain menyajikan makanan utama, Pawon Mbah Gito juga menawarkan makanan pembuka dan penutup, seperti jenang dan dimsum.

Ket Gambar : tampilan etalase prasmanan yang disajikan dengan berbagai pilihan menu makanan

Ket Gambar : Salah satu jenis menu penutup yaitu dimsum dan aneka jenang.

Lokasi Pawon Mbah Gito sendiri letaknya berada di daerah Kabupaten Sleman, yang berjarak kurang lebih 11 Km dengan waktu tempuh normal sekitar 25- 30 menit dari Pusat Kota Yogyakarta.

Pengunjung yang ingin mencoba sarapan juga bisa datang mulai pukul 07.00 Pagi. Biasanya saat akhir pekan, pengunjung yang datang tidak hanya dari luar kota, tetapi juga terlihat warga sekitar yang datang untuk sarapan sekaligus healing sambil melepas lelah setelah berolahraga sepeda.

Ket Gambar : Salah satu spot duduk yang menghadap kehijaunya area sawah sebagai view utamanya.

Secara keseluruhan Pawon Mbah Gito ini menurut saya dapat dijadikan salah satu pilihan bagi para pendatang yang memang mencari suasana makan yang baru, sambil menikmati alam pedesaan di Kabupaten Sleman.

-IRP-

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai