Sesuai dengan janji saya di blog sebelumnya, pada tema blog kali ini saya akan coba menggali tentang kuliner khas dari Kota Ponorogo. Yak, tentunya adalah “Sate Ayam”. Kenapa sate ayam menjadi kuliner khas dari daerah Ponorogo?
Usut punya usut, sejarah kenapa Ponorogo menjadikan sate sebagai kuliner khasnya bermula dari zaman Wengker, ketika Batoro Katong selaku Bupati Ponorogo pertama, mengetahui bahwa sate menjadi makanan dari para warok.
Warok adalah tokoh masyarakat yang memiliki peranan penting di bidang kesenian, kebudayaan, sosial bahkan sampai dengan politik di daerah Ponorogo. Arti warok sendiri bermakna laki-laki yang memiliki sikap ksatria, berbudi luhur dan berwibawa tinggi. Dari sanalah mengapa sate menjadi cikal bakal kuliner khas Kota Ponorogo.
Lalu, apa bedanya Sate Ayam Ponorogo dengan Sate Ayam dari daerah lainnya? Jika saya amati, Sate Ayam Ponorogo memiliki ciri khas yang berbeda dengan sate ayam lainnya yakni potongan daging ayamnya yang diiris tipis melintang. Untuk bumbunya biasanya ada yang bumbu kacang pedas dan biasa, tergantung dengan selera. Lontong yang pulen pasti menjadi penyertanya.
Di Ponorogo juga memiliki sentra khusus sate yang terdiri dari beberapa penjual sate, sehingga daerah tersebut cukup dikenal oleh pendatang atau wisatawan dari daerah luar Ponorogo.
Di blog kali ini, Sate Ayam Ponorogo yang akan dibahas adalah Sate Ayam Pak Keceng. Yap, bisa dilihat dari gambar tersebut, sate ayamnya dijual di gerobak sate pada umumnya. Berlokasi di Jalan Diponegoro, Krajan-Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo. Lokasinya tepat di seberang Gedung Sasana Praja – Pendopo Kab Ponorogo.
Sate ayam tersebut uniknya memiliki pilihan daging ayamnya, ada yang ayam kampung dengan range harga Rp.20.000 (10 tusuk) dan ayam potong dengan range harga Rp.14.000 (10 tusuk). Begitupun dengan pilihan rasa bumbunya, ada yang pedas dan tidak pedas.
Untuk segi rasa, sudah pasti bisa diterima, enak gurih dan pedasnya pas. Ditambah adanya lontongnya yang pulen dengan porsi yang cukup. Biasanya penyajiannya ditambahkan toping bumbu sate yang kering di atasnya.
Bakul sate tersebut menyediakan area lesehan untuk tempat makan dine in, dan jangan khawatir untuk minum ada pilihan dari Angkringan yang berada tepat disebelahnya.
Sate ini saya rekomendasikan bagi temans yang memang ada rencana dolan ke Ponorogo, dan bisa dijadikan wishlist kuliner wajib Ponorogo. Untuk jam operasionalnya, Sate Ayam Pak Keceng buka mulai pukul 17.30 WIB sampai dengan Pukul 22.00 WIB.
Tinggalkan komentar